57. AL HAMID (Dzat Yang Maha Terpuji) Orang-orang yang diselamatkan dari azab neraka, mereka sangat bersyukur sehingga mereka betul-betul memuji Allah Ta'ala. Karena mereka menyadari amal-amalnya yang sangat sedikit dan tidak sempurna, tetapi Allah Ta'ala berkenan untuk menyelamatkannya. Pada saat melewati jembatan Shiratal Mustaqim, semua orang dalam keadaan ketakutan dan merasa bahwa dirinya tidak akan bisa selamat dari azab api neraka yang menyala-nyala, termasuk para Nabi sekalipun. Karena setiap orang akan menyadari bahwa amal-amal yang dia lakukan sangatlah sedikit dan tidak sempurna, dan dia bisa melakukan semua itu juga atas pertolongan Allah Ta'ala. Sedangkan dosa yang dia lakukan sangat banyak. Kemudian Allah Ta'ala berkenan untuk menyelamatkannya dari azab api neraka yang menyala-nyala. Oleh sebab itu orang-orang yang telah diselamatkan Allah Ta'ala tersebut sangat bersyukur kepada Allah Ta'ala, kemudian mereka betul-betul memuji Allah Ta'ala dengan sebenar-benarnya dan setulus-tulusnya. Akan tetapi mereka belum masuk syurga, yaitu masih berada diatas A'raaf (tempat yang tinggi). Disana mereka bisa melihat orang-orang yang berada didalam neraka dan orang-orang yang berada didalam neraka juga dapat melihat mereka. Sesuai surat Al A'raaf (7) : 46 – 51 46. Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas. Dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga : "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). 47. Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu". 48. Dan orang-orang yang di atas A'raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu." 49. (Orang-orang di atas A'raaf bertanya kepada penghuni neraka) : "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?". (Kepada orang mukmin itu dikatakan): "Masuklah ke dalam syurga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati." 50. Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga : "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab : "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, 51. (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. Kenapa Allah Ta'ala tidak langsung memasukkan mereka kedalam syurga? Allah Ta'ala berkehendak agar orang-orang yang selamat bertambah syukur melihat azab neraka tetapi mereka diselamatkan (tidak dimasukkan kedalamnya). Dan supaya orang-orang celaka yang masuk kedalam neraka bertambah menyesal melihat orang-orang yang diselamatkan dari azab neraka dan dimasukkan syurga. Pada saat orang yang beriman dan bertaqwa diselamatkan Allah dari api neraka, maka mereka akan memuji Allah dengan setulus-tulusnya. Dan pada waktu itu tidak ada satupun manusia yang bisa merasakan bahwa dia akan selamat dan ia tidak ingat lagi apa-apa yang ia kerjakan selama didunia ini, sehingga yang ada disana nanti hanya ketakutan yang sangat besar, karena begitu dahsyatnya pada waktu itu. Amal seberat biji sawi sangat-sangat diharapkan, sehingga timbul penyesalan setiap manusia karena tidak bisa mengambil tawaran-tawaran Allah sewaktu hidup didunia. Jadi yang mereka ingat pada waktu itu adalah dosa yang sangat banyak dan amal yang sangat sedikit, sehingga apabila mereka diselamatkan Allah maka mereka akan betul-betul memuji Allah. Oleh sebab itu selagi kita masih ada kesempatan upayakanlah sebanyak-banyaknya untuk beramal agar nanti tidak timbul lagi penyesalan, karena apabila seseorang itu mati maka akan putus semua amal kecuali 3 perkara. Yaitu : 1. Shadaqah jariyah 2. Ilmu yang manfaat 3. Anak sholeh yang mendo’akannya. Ketiga hal inipun harus diupayakan selama kita hidup. Oleh sebab itu semua amal harus diupayakan selama kita hidup dan tidak ada satu amalpun yang tidak diupayakan. Oleh karena itulah hendaknya kita mengupayakan amal dan mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya tidak peduli besar atau kecil dan semua tawaran-tawaran Allah kita ambil. Dan juga kita upayakan semaksimal mungkin untuk meninggalkan dosa walaupun sekecil apapun dosa tersebut. Dosa yang paling banyak adalah mata dan mulut, oleh karena itu semaksimal mungkin kita jaga. Karena mulut akan dipertanggung jawabkan apa yang masuk dan apa yang keluar. Oleh sebab itu jangan sampai kita pakai untuk meng-ghibah, mencaci maki, memakan barang haram, dan lain sebagainya. Dan hendaklah kita pakai untuk berkata-kata yang membawa manfaat seperti disurat Al 'Ashr (103) : 3 1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Sedangkan mata adalah panah-panah syetan, tetapi yang paling besar adalah mulut, karena untuk mempertahankan kesalahan-kesalahan anggota yang lain adalah mulut. Oleh sebab itu hendaklah kita jaga agar nanti tidak menyesal, karena disana nanti dosa sekecil apapun bisa menjerumuskan kita keneraka dan sekecil apapun amal bisa menghantarkan kita kesyurga. Memang dikehidupan akhir nanti hanya Allah yang bisa menyelamatkan kita, akan tetapi Allah hanya menyelamatkan orang-orang yang beriman dan banyak beramal sholeh. Sebetulnya banyak sekali manusia yang memiliki ilmu tentang beramal, akan tetapi jarang sekali yang mau mengamalkannya. Padahal apa gunanya ilmu jika tanpa bukti perbuatan? Karena Allah tidak akan mengganjar ilmu sebelum diamalkan. Pepatah mengatakan : “Mulutmu adalah harimau kamu, artinya apabila kita salah dalam berbicara, maka akan menerkam kita sendiri”. Ada satu pertanyaan, kenapa kita susah sekali untuk melakukan ibadah dan amal sholeh? Hal ini dikarenakan banyak sekali kita memakan barang yang haram, sehingga makanan tersebut dimakan oleh syetan yang ada pada diri kita, sehingga syetan tersebut menjadi kuat untuk menggoda kita dan membuat kita semakin sulit untuk melawannya. Oleh sebab itu apabila kita berat dalam melakukan kebaikan, maka kontrollah makanan kita atau kita kontrol zakat kita sudahkah kita keluarkan atau belum? Begitupun juga dengan mulut apabila mulut sering kali mengeluarkan kata-kata yang mendurhakai Allah, maka syetan akan menjadi kuat untuk menggoda kita. Jadi mulut ini paling besar manfaatnya dan paling besar resikonya. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak amal-amal yang kita lakukan yang menjadikan kita yakin bahwa kita akan selamat diakhirat kelak (mengandalkan amal)? dan seberapa banyak amal-amal yang kita lakukan yang ganjarannya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hambaMu yang bersungguh-sungguh dalam ketaqwaan. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa janji Allah Ta'ala adalah benar, bahwasannya Allah Ta'ala akan menyelamatkan Dia dari azab neraka, sehingga dia selalu memuji Allah Ta'ala. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia sebelum memuji Allah Ta'ala diakhirat kelak, terlebih dahulu dia memuji Allah Ta'ala didunia ini atas nikmat-nikmat yang telah Allah Ta'ala berikan. Dengan kata lain dia bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah Ta'ala berikan kemudian memuji-Nya, setelah itu dia akan berusaha untuk membalas kebaikan-kebaikan Allah Ta'ala tersebut dengan memperbanyak amal-amal sholeh. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami dapat melaksanakan ketaqwaan kepada-Mu. Karena sesungguhnya hanya Engkaulah yang Maha Menyelamatkan kami diakhirat kelak. F. Sikap Orang Bertawakkal Yang penting dia telah membalas kebaikan-kebaikan Allah Ta'ala dengan melakukan amal-amal sholeh walaupun baru sedikit, sedangkan masalah hasilnya nanti diakhirat dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. G. Sikap Orang Mukhlis Dia sangat senang apabila diizinkan untuk dapat bersyukur dan memuji Allah Ta'ala atas segala nikmat yang telah Dia berikan. Kemudian apapun yang Allah Ta'ala berikan didunia ini dia terima dengan ikhlas. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Hamid Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia selalu merasa dirinya tidak pernah selamat jika tidak karena pertolongan Allah Ta’ala. Sehingga dalam hidupnya sangat bergantung kepada Allah Ta’ala, bahwa apapun yang ia lakukan tidak akan menyelamatkannya diakhirat kecuali ditolong oleh Allah Ta’ala. Kemudian terhadap sesama manusia, apabila ia dapat menolong orang lain, maka ia tidak menginginkan balasan apapun dari orang lain tersebut, baik itu berupa pujian atau sanjungan. Dan ia selalu mengajak manusia untuk memuji Allah Ta'ala serta meyakini bahwa Allah-lah yang menolongnya dengan perantaraan dirinya. I. Contoh do’a bagi orang-orang yang ingin meneladani Asma’ Al Hamid Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu dalam membantu manusia untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ketaqwaan kepada-Mu, serta bersyukur dalam melaksanakan ketaqwaan. Agar manusia dapat melihat bahwa sesungguhnya keselamatan diakhirat kelak hanyalah bisa diraih dengan ketaqwaan.